Monday, October 27, 2008

Perasaan Ka - Dua

sisipan yang terbentang itu adakalanya bercahaya neon,
adakalanya terus menerobos jendela yang sinarnya samar samar,
lantaran mencari philia itu seakan akan kejauhan,
justeru, kata kata filsuf terus berlegar legar mencari tempat untuk diterjemahkan
yang bijak itu lewatnya di pengakhiran

akan adakah kebenaran pikiran filsuf agung?
semakin direnung mata hati, semakin terasa canggung,
terasa kecil hingga menghampiri kejatuhan,
Buntu!
saat dikurniai ruang,
ribut ribut datang mengilai,
mengulang ulang; berantakan,

andai nanti ruang ditabur kembali,
akan adakah rasa yang sama menemani.

yang jelas,
waktu itu tidak pernah bersifat roda pada literasi,
meski berkongsi pada figurasi,

yang sangat sangat jelas,
kerinduan menembusi dinding dinding angan.

personifikasi fisiknya amat menenterami...

Wednesday, September 10, 2008

Hilang



tiNggal bayaNg bayaNg,
tiNggal harapaN,

yang diaM MerugikaN,
yang diaM MerugikaN,

iNdah ciptaaN,
ku seMat dalaM dalaM,
jauh jauh di hujuNg iNgataN,

keNaNgaN...

Tuesday, February 05, 2008

Cinta Teragung

Cinta yang ku cari ini terusai pantas saat ku lirik wajahmu,
Cinta yang ku nanti ini terbias saat kau cium pipiku,
Terungkai rindu ini saat senyum berlegar luas,
Teruntai nyali ini saat kau khabarkan rasa sayang,

Hati yang kecil ini sering merobek jiwamu,
Hati yang kecil ini sering menghancurkan rasamu,
Saat kau bisa melengkapi, aku menghindari,
Saat kau bisa menuntun, aku menjauh,

Cintamu itu tidak pernah layak untuk diriku,
Sinarmu itu tidak pantas untukku,
Kerna cintamu itu syurga,
Aku dipalit noda,

Dosa dosa ini seluas samudera,
Bukan syurga pengakhiranku,
Andai sujud menjemput keampunan,
Tiada yang selayaknya untukku,

Izinkan aku menumpang kasih sayangmu,
Izinkan aku teduh di payungmu,
Tiada perlindungan seteguh dirimu,
Sambut aku dengan secebis belaimu,
Aku hanya butuh dirimu,

Hidupku bertemankanmu,
Matiku perjuangkanmu,
Cinta teragung hanya untukmu,
Cinta teragung milik abadimu

*tiada noktah untuk rasa ini



(Mak, Selamat Hari Lahir. Ampunkan semua dosa dosaku)

Wednesday, January 16, 2008

gemersik

berkait kait antara masa dan masa,
bersulam bagai srengenge yg indah jauh di mata jiwa,
menggapai tak tersampai,
tebar jalinan mimpi harus diekori kemana saja ia nya pergi,
bibit bibit taulan dan kasih sering melontar listrik.

hijrah kali ini harus lebih jitu,
harus ditemani nyali,
biar sang waktu memutar lagunya,
imagi tidak harus saja bermaterialisasi,
kadang perlu saja 'tuk diwarnai,
agar bisa nanti berbagi bagi, berkongsi
bertemu dalam sejuk sinar mentari,
bertemu dalam hangat cahaya rembulan.

berepisod satu demi satu,
mundar mandir di jalan yang jauh,
andai butuh rehat,
rehatkan saja kaki ini,
lewat nanti bisa berteduh (berpayung atau tidak),
biarkan sang waktu beralun terus,
terungkai pesat dengan sendiri.

sujud pada Ilahi,
meraih surga,
meraih cinta,
gemersik sayup sayup imagi realiti...