Terang Bulan, Terang Bulan Di Kali, Buaya Timbul, Disangkalah Mati, Jangan Percaya Mulutlah Lelaki, Berani Sumpah Tapi Takut Mati!
Thursday, August 02, 2012
Bila Cinta (ost Lagenda Budak Setan) - Gio
Bila Cinta - Gio
Bila Cinta Kini
Tak Lagi Bermakna
Yang Ku Rasa Kini
Hanyalah Nestapa
Ditinggalkan Cinta Masa Lalu
Dulu Kau Tawarkan
Manisnya Janjimu
Yang Ku Sambut Itu
Dengan Segenap Hatiku
Hingga Engkau Pergi
Tinggalkan Ku
Hilangnya Cintamu
Menusuk Hatiku
Hingga Ku Memilih
Cinta Yang Fana
Perginya Dirimu
Merobek Jantungku
Hiingga Ku Terjatuh
Dalam Harapan
Dalam Harapan
Friday, May 25, 2012
Monday, August 29, 2011
Wednesday, April 06, 2011
Korban Aku di Bahuku
Sebelum ku korbankan seluruh ragaku,
Harus ku nilai apakah korban manusia lain tidak sehebatku,
Apakah aku tidak berlaku adil pada pengorbanan manusia yang lain,
Adakah hanya aku yang tertinggal?
Jelas, ada seribu manusia lain yang jauh lebih hebat dariku,
Jauh lebih tangkas dan keras dari sayap sayap nipisku,
Kerna bukan aku sahaja yang hidup,
Manusia lain juga hidup,
Justeru aku harus lebih malu,
Malu dan terus malu!
Sayap sayap nipis ini harus gigih menerobos awan awan yang hujungnya cerah,
Biarkan menjadi layar layar bahtera yang enteng membelah ombak raja...
Aku perlu adil menghargai yang lainnya
Harus ku nilai apakah korban manusia lain tidak sehebatku,
Apakah aku tidak berlaku adil pada pengorbanan manusia yang lain,
Adakah hanya aku yang tertinggal?
Jelas, ada seribu manusia lain yang jauh lebih hebat dariku,
Jauh lebih tangkas dan keras dari sayap sayap nipisku,
Kerna bukan aku sahaja yang hidup,
Manusia lain juga hidup,
Justeru aku harus lebih malu,
Malu dan terus malu!
Sayap sayap nipis ini harus gigih menerobos awan awan yang hujungnya cerah,
Biarkan menjadi layar layar bahtera yang enteng membelah ombak raja...
Aku perlu adil menghargai yang lainnya
Thursday, March 03, 2011
Cinta Sudah Terlambat
seandainya ku katakan yang sesungguhnya
tentang perasaanku padamu selama ini
seandainya ku bisa memutar kembali
waktu yg telah pergi dariku
saat kau ada di sini denganku
**
sebenarnya hatiku selalu mencintaimu
hanya saja ku tak pernah mengatakan kepadamu
dalamnya cintaku menggenggam tulus hatimu
namun kini kau katakan cinta sudah terlambat
seharusnya ku tak biarkan kau menanti
kata cinta dariku yang tersimpan terlalu lama
dan seharusnya ku pahami isi hatimu
yang tulus menyayangi diriku
sebelum cinta menjadi miliknya
**
sebenarnya hatiku selalu mencintaimu
hanya saja ku tak pernah mengatakan kepadamu
dalamnya cintaku menggenggam tulus hatimu
namun kini kau katakan cinta sudah terlambat
cinta sudah terlambat
**
sebenarnya hatiku selalu mencintaimu
hanya saja ku tak pernah mengatakan kepadamu
dalamnya cintaku menggenggam tulus hatimu
namun kini kau katakan cinta sudah terlambat
namun kini kau katakan cinta sudah terlambat
Thursday, February 18, 2010
Cinta Teh Tarik
Petang yang terik begini, sangat enak jika bertemankan secawan teh tarik yang panas dan berbuih tebal. Sambil memalaskan diri di kerusi dan membaca berita berita di dada dada akhbar yang semakin lama semakin mengejar fiksyen dan bukan fakta, menambahkan lagi rasa cita di petang hari.
Barangkali mungkin teh tarik yang panas berbuih buih ditambah pula yang tukang buatnya Si Awe di Terminal Cyberjaya pasti saja tidak harus dibiarkan lama lama kerana aroma dan warna yang tepat itu harus dinikmati dengan kadar segera.
Menikmati secawan teh tarik bersifat subjektif pada tiap tiap individu. Ada yang gemar menikmati terus. Saat panas panas dan maseh jelas sifat asap asap berliang liuk di bibir cawan menggiurkan penggemar penggemar teh tarik. Hal yang demikian tidak harus dibiarkan lama kerana khuatir akan suam pula.
Dan ada juga yang gemar membiarkan segala acuan menjadi sebati, cantik dan kemudian dinikmati. Membiarkan benar benar susu dan teh menjadi satu dan mesra akan menghasilkan rasa yang tepat dan menyelerakan. Menghirup teh yang suam suam menjadi sebahagian daripada nikmat ketika teh mula membasahi ruang tekak.
Begitu jugalah halnya akan cinta. Cinta itu pelbagai cara menikmatinya. Saat tengah hangat bercinta adalah saat yang paling manis dan paling diingati sifatnya. Tetapi singkat pula pada tafsiran waktunya.
Cinta yang dibiarkan lama rasa dan ragamnya pula membangkitkan sebatian dan pemahaman yang jelas dan terang. Tetapi memakan masa dan kesabaran pula sifatnya...
Barangkali mungkin teh tarik yang panas berbuih buih ditambah pula yang tukang buatnya Si Awe di Terminal Cyberjaya pasti saja tidak harus dibiarkan lama lama kerana aroma dan warna yang tepat itu harus dinikmati dengan kadar segera.
Menikmati secawan teh tarik bersifat subjektif pada tiap tiap individu. Ada yang gemar menikmati terus. Saat panas panas dan maseh jelas sifat asap asap berliang liuk di bibir cawan menggiurkan penggemar penggemar teh tarik. Hal yang demikian tidak harus dibiarkan lama kerana khuatir akan suam pula.
Dan ada juga yang gemar membiarkan segala acuan menjadi sebati, cantik dan kemudian dinikmati. Membiarkan benar benar susu dan teh menjadi satu dan mesra akan menghasilkan rasa yang tepat dan menyelerakan. Menghirup teh yang suam suam menjadi sebahagian daripada nikmat ketika teh mula membasahi ruang tekak.
Begitu jugalah halnya akan cinta. Cinta itu pelbagai cara menikmatinya. Saat tengah hangat bercinta adalah saat yang paling manis dan paling diingati sifatnya. Tetapi singkat pula pada tafsiran waktunya.
Cinta yang dibiarkan lama rasa dan ragamnya pula membangkitkan sebatian dan pemahaman yang jelas dan terang. Tetapi memakan masa dan kesabaran pula sifatnya...
Tuesday, November 03, 2009
Sifat
ketuk ketuk diberitahu
timbang timbang menjadi tahu
diam diam bukan batu
berkilau kilau bertambah silau
keras ku lentur
lembut ku simpul
hilang ada
ada hilang
genggam berkait kait
biar sihat dari sakit
turun datang menderu deru
sepuluh
sebelas dua belas...
timbang timbang menjadi tahu
diam diam bukan batu
berkilau kilau bertambah silau
"satu
satu
satu"
keras ku lentur
lembut ku simpul
hilang ada
ada hilang
genggam berkait kait
biar sihat dari sakit
turun datang menderu deru
sepuluh
sebelas dua belas...
Saturday, October 03, 2009
Seratus kali yang terakhir
Epilog satu (temu)
Epilog dua (iringan)
Epilog tiga (asal)
Epilog empat (hati)
Epilog lima (duga)
Epilog enam (tangis)
Epilog tujuh (pergi)
*mKf 2003
bidadari itu sayup
kadang jauh
kadang hampir
pada jauh dia dekat
dalam dekat dia hadir
dan dalam dia
berdinding cermin
Epilog dua (iringan)
diksi dalam lingkup ilmu
membawa diskusi di luar lingkup
butir yang ikhlas
seikhlas ayah
mengajar anak
memegang kalam;
ikhlasnya bidadari itu
bermukim diam dalam hati
Epilog tiga (asal)
asal bidadari itu
dari rusuk kiri ku
rusuk yang hilang
dan kini kembali
kembali ia mengendong tulus
kerna
dalam aku ada dia
dan dalam dia ada aku
Epilog empat (hati)
kosong dalam riuh
kusam dalam kosong
ada bagai tiada
tiada bagai ada
dicuri, diambil, disimpan
digenggam dengan tertib
diselubungi rindu bidadari
Epilog lima (duga)
karam di laut
lemas di darat
melankoli disini
raungnya di sana
masinnya garam
manis pula halwa
disantap bersama
di taman syurga
Epilog enam (tangis)
silap itu anugerah tuhan
untuk aku dan kamu
maaf itu ciptaan tuhan
untuk kamu kepada aku
kesal itu kurniaan tuhan
dari aku untuk diriku
aku
gagah namun kerdil
jahil malahan leka
kerna gerak diri ini
hujan di taman bidadari
maaf dibawa junjung
kesal dibawa kendong
Epilog tujuh (pergi)
langit luas
laut lepas
bertemu di atas bumi tuhan
pisah itu resam
gundah itu adat
hanya kekuatan dan ingatan
diuji dengan keresahan
serahkan saja pada keikhlasan
bidadari itu pergi
aku masih di sini
menghitung detik detik
yang turun bagai rintik
akan tiba saat itu
aku, bidadari
kembali bersatu
*mKf 2003
Saturday, September 26, 2009
Menghampiri yang ke seratus
setelah kembali syawal, syawal yang dahulunya penoh kejahilan.
lembaran lama dibuka untuk kesekian kalinya.
untuk kali yang entah ke berape,
akan tiba waktu kali yang terakhir.
ini dulu,
dulu yang membawa kepada dulu.
diksi ku berlagu dulu:
menjadi permai,
persis diri yang gontai,
yang tidak dirantai,
pulang,
pulanglah dari hilang,
hilang yang gemilang,
gemilang bukan terbilang,
camar yang ku sayang...
(tanggal dua puluh satu haribulan tujuh dua ribu empat)
lembaran lama dibuka untuk kesekian kalinya.
untuk kali yang entah ke berape,
akan tiba waktu kali yang terakhir.
ini dulu,
dulu yang membawa kepada dulu.
diksi ku berlagu dulu:
Malam Pulangmalam yang damai,
menjadi permai,
persis diri yang gontai,
yang tidak dirantai,
pulang,
pulanglah dari hilang,
hilang yang gemilang,
gemilang bukan terbilang,
camar yang ku sayang...
(tanggal dua puluh satu haribulan tujuh dua ribu empat)
Sunday, May 03, 2009
Hujung Yang Bersambung
Ku sapukan tari menari pencak bertiang tinggi menjulang langit
Lalu ku runtuhkan gebar gebar beralun berombak mendayu dayu menjadi badai
Saat manusia lagak berhibur berlipur berasak asak beranjak anjak memasak bumi
Ku taburkan janji janji sulam bersulam berlapis lapis berselang selang menjadi satu yang tidak akan ramai
Sang para dengar mencintai memujuk dan meranduk menjadi kebingungan yang dalam ribut ribut punya kecut yang serabut
Tidak perlu yang mencari itu berdaya bertumit gagah gagah berbaris jatuh satu demi nan satu
Bertelingkah kekuda ke kanan dan berlaga laga ke kiri memerhatikan yang tidak pula berani bersua dan bersapa sapa seraya secangkir itu pula tidak dipelawa
Walhal azimat yang punya keramat bersatu di alam yang dahulu punya satu dan satu dan satu yang dahulu punya akar keramat yang berazimat
Sangkah menyinggah bertalu talu berlari berjalan merangkak dan mati ke hujung penghujung yang pada satunya ada punca tinggal meninggal ninggal
Lalu ku runtuhkan gebar gebar beralun berombak mendayu dayu menjadi badai
Saat manusia lagak berhibur berlipur berasak asak beranjak anjak memasak bumi
Ku taburkan janji janji sulam bersulam berlapis lapis berselang selang menjadi satu yang tidak akan ramai
Sang para dengar mencintai memujuk dan meranduk menjadi kebingungan yang dalam ribut ribut punya kecut yang serabut
Tidak perlu yang mencari itu berdaya bertumit gagah gagah berbaris jatuh satu demi nan satu
Bertelingkah kekuda ke kanan dan berlaga laga ke kiri memerhatikan yang tidak pula berani bersua dan bersapa sapa seraya secangkir itu pula tidak dipelawa
Walhal azimat yang punya keramat bersatu di alam yang dahulu punya satu dan satu dan satu yang dahulu punya akar keramat yang berazimat
Sangkah menyinggah bertalu talu berlari berjalan merangkak dan mati ke hujung penghujung yang pada satunya ada punca tinggal meninggal ninggal
Wednesday, April 15, 2009
Monday, October 27, 2008
Perasaan Ka - Dua
sisipan yang terbentang itu adakalanya bercahaya neon,
adakalanya terus menerobos jendela yang sinarnya samar samar,
lantaran mencari philia itu seakan akan kejauhan,
justeru, kata kata filsuf terus berlegar legar mencari tempat untuk diterjemahkan
semakin direnung mata hati, semakin terasa canggung,
terasa kecil hingga menghampiri kejatuhan,
Buntu!
saat dikurniai ruang,
ribut ribut datang mengilai,
mengulang ulang; berantakan,
andai nanti ruang ditabur kembali,
akan adakah rasa yang sama menemani.
yang jelas,
waktu itu tidak pernah bersifat roda pada literasi,
meski berkongsi pada figurasi,
yang sangat sangat jelas,
kerinduan menembusi dinding dinding angan.
personifikasi fisiknya amat menenterami...
adakalanya terus menerobos jendela yang sinarnya samar samar,
lantaran mencari philia itu seakan akan kejauhan,
justeru, kata kata filsuf terus berlegar legar mencari tempat untuk diterjemahkan
yang bijak itu lewatnya di pengakhiranakan adakah kebenaran pikiran filsuf agung?
semakin direnung mata hati, semakin terasa canggung,
terasa kecil hingga menghampiri kejatuhan,
Buntu!
saat dikurniai ruang,
ribut ribut datang mengilai,
mengulang ulang; berantakan,
andai nanti ruang ditabur kembali,
akan adakah rasa yang sama menemani.
yang jelas,
waktu itu tidak pernah bersifat roda pada literasi,
meski berkongsi pada figurasi,
yang sangat sangat jelas,
kerinduan menembusi dinding dinding angan.
personifikasi fisiknya amat menenterami...
Wednesday, September 10, 2008
Hilang
tiNggal bayaNg bayaNg,
tiNggal harapaN,
yang diaM MerugikaN,
yang diaM MerugikaN,
iNdah ciptaaN,
ku seMat dalaM dalaM,
jauh jauh di hujuNg iNgataN,
keNaNgaN...
Tuesday, February 05, 2008
Cinta Teragung
Cinta yang ku cari ini terusai pantas saat ku lirik wajahmu,
Cinta yang ku nanti ini terbias saat kau cium pipiku,
Terungkai rindu ini saat senyum berlegar luas,
Teruntai nyali ini saat kau khabarkan rasa sayang,
Hati yang kecil ini sering merobek jiwamu,
Hati yang kecil ini sering menghancurkan rasamu,
Saat kau bisa melengkapi, aku menghindari,
Saat kau bisa menuntun, aku menjauh,
Cintamu itu tidak pernah layak untuk diriku,
Sinarmu itu tidak pantas untukku,
Kerna cintamu itu syurga,
Aku dipalit noda,
Dosa dosa ini seluas samudera,
Bukan syurga pengakhiranku,
Andai sujud menjemput keampunan,
Tiada yang selayaknya untukku,
Izinkan aku menumpang kasih sayangmu,
Izinkan aku teduh di payungmu,
Tiada perlindungan seteguh dirimu,
Sambut aku dengan secebis belaimu,
Aku hanya butuh dirimu,
Hidupku bertemankanmu,
Matiku perjuangkanmu,
Cinta teragung hanya untukmu,
Cinta teragung milik abadimu
*tiada noktah untuk rasa ini

(Mak, Selamat Hari Lahir. Ampunkan semua dosa dosaku)
Cinta yang ku nanti ini terbias saat kau cium pipiku,
Terungkai rindu ini saat senyum berlegar luas,
Teruntai nyali ini saat kau khabarkan rasa sayang,
Hati yang kecil ini sering merobek jiwamu,
Hati yang kecil ini sering menghancurkan rasamu,
Saat kau bisa melengkapi, aku menghindari,
Saat kau bisa menuntun, aku menjauh,
Cintamu itu tidak pernah layak untuk diriku,
Sinarmu itu tidak pantas untukku,
Kerna cintamu itu syurga,
Aku dipalit noda,
Dosa dosa ini seluas samudera,
Bukan syurga pengakhiranku,
Andai sujud menjemput keampunan,
Tiada yang selayaknya untukku,
Izinkan aku menumpang kasih sayangmu,
Izinkan aku teduh di payungmu,
Tiada perlindungan seteguh dirimu,
Sambut aku dengan secebis belaimu,
Aku hanya butuh dirimu,
Hidupku bertemankanmu,
Matiku perjuangkanmu,
Cinta teragung hanya untukmu,
Cinta teragung milik abadimu
*tiada noktah untuk rasa ini
(Mak, Selamat Hari Lahir. Ampunkan semua dosa dosaku)
Wednesday, January 16, 2008
gemersik
berkait kait antara masa dan masa,
bersulam bagai srengenge yg indah jauh di mata jiwa,
menggapai tak tersampai,
tebar jalinan mimpi harus diekori kemana saja ia nya pergi,
bibit bibit taulan dan kasih sering melontar listrik.
hijrah kali ini harus lebih jitu,
harus ditemani nyali,
biar sang waktu memutar lagunya,
imagi tidak harus saja bermaterialisasi,
kadang perlu saja 'tuk diwarnai,
agar bisa nanti berbagi bagi, berkongsi
bertemu dalam sejuk sinar mentari,
bertemu dalam hangat cahaya rembulan.
berepisod satu demi satu,
mundar mandir di jalan yang jauh,
andai butuh rehat,
rehatkan saja kaki ini,
lewat nanti bisa berteduh (berpayung atau tidak),
biarkan sang waktu beralun terus,
terungkai pesat dengan sendiri.
sujud pada Ilahi,
meraih surga,
meraih cinta,
gemersik sayup sayup imagi realiti...
bersulam bagai srengenge yg indah jauh di mata jiwa,
menggapai tak tersampai,
tebar jalinan mimpi harus diekori kemana saja ia nya pergi,
bibit bibit taulan dan kasih sering melontar listrik.
hijrah kali ini harus lebih jitu,
harus ditemani nyali,
biar sang waktu memutar lagunya,
imagi tidak harus saja bermaterialisasi,
kadang perlu saja 'tuk diwarnai,
agar bisa nanti berbagi bagi, berkongsi
bertemu dalam sejuk sinar mentari,
bertemu dalam hangat cahaya rembulan.
berepisod satu demi satu,
mundar mandir di jalan yang jauh,
andai butuh rehat,
rehatkan saja kaki ini,
lewat nanti bisa berteduh (berpayung atau tidak),
biarkan sang waktu beralun terus,
terungkai pesat dengan sendiri.
sujud pada Ilahi,
meraih surga,
meraih cinta,
gemersik sayup sayup imagi realiti...
Monday, September 10, 2007
nostalgia september bumi palestin
hari ini burung burung terbang tinggi memecah sunyi,
riuh riuh pipit hutan, bergelantangan dengan kawan;
bercerita, bergembira, berjenaka saat matahari mula memejam lena,
kucing kucing yang bermastautin berhasil meninggalkan petang.
tika jam ini (diasosiasikan jam itu),
gelombang kerusuhan berkonfrontasi antara arab palestin dan yahudi,
perjuangan pembebasan nasional,
bumi palestin,
hingga kapan pun tidak akan surut.
genjatan senjata itu omong omongan,
bicara orang mabuk dihulur wiski lalu dihabisi ibarat keldai kehausan,
yahudi prengset!!
penempur kamu maha pengecut!
kayak anjing mencawat ekor.
pemuda pemuda palestin itu akan menganjurkan penyingkiran teritorial secara total,
bukit bait suci akan runtuh bersama kompleks tembok (ratapan) barat,
roket roket Qassam akan senantiasa memayungi siang dan malam puncak bukit zion,
berlegar legar dalam realiti mimpi ngeri.
roh roh perjuangan akan mendiami wilayah wilayah haram,
bangkit dan berganti tubuh,
berganti akal,
berganti jasmani,
berganti di sana dan di sini.
kerna syurga itu destinasi,
perjuangan itu nafas azali,
tidak berganti!!
riuh riuh pipit hutan, bergelantangan dengan kawan;
bercerita, bergembira, berjenaka saat matahari mula memejam lena,
kucing kucing yang bermastautin berhasil meninggalkan petang.
tika jam ini (diasosiasikan jam itu),
gelombang kerusuhan berkonfrontasi antara arab palestin dan yahudi,
perjuangan pembebasan nasional,
bumi palestin,
hingga kapan pun tidak akan surut.
genjatan senjata itu omong omongan,
bicara orang mabuk dihulur wiski lalu dihabisi ibarat keldai kehausan,
yahudi prengset!!
penempur kamu maha pengecut!
kayak anjing mencawat ekor.
pemuda pemuda palestin itu akan menganjurkan penyingkiran teritorial secara total,
bukit bait suci akan runtuh bersama kompleks tembok (ratapan) barat,
roket roket Qassam akan senantiasa memayungi siang dan malam puncak bukit zion,
berlegar legar dalam realiti mimpi ngeri.
roh roh perjuangan akan mendiami wilayah wilayah haram,
bangkit dan berganti tubuh,
berganti akal,
berganti jasmani,
berganti di sana dan di sini.
kerna syurga itu destinasi,
perjuangan itu nafas azali,
tidak berganti!!
Sunday, July 29, 2007
Thursday, June 21, 2007
apa kamu mengerti?
saat ketidakpastian sering memomok belakang nyawa,
tercetus satu ketakjuban yang menzahirkan perasaan cinta,
aku melontarkan khilaf yang terpancar (sayup agar kamu memahami);
lewat masa ini sering sahaja berkonfrontasi,
menilai di mana jejak jejak itu terkesan,
di mana jejak jejak itu juga mengepalai, membontoti, atau berhenti?
bagaimana akan harus kujelaskan,
kerna jejak jejak itu juga maseh tidak keruan, tidak punya haluan!!
(punya haluan cuma kurang daya kekuatan)
ah! kaget memikiri apa saja yang bakal jadi cubaan.
kamu tahu saat ini di depanku punya satu dinding transperensi?,
kamu tahu matahari dan bulan mengkehendaki aku di balik dinding itu?,
mengkehendaki agar jiwaku menerobos dinding itu tanpa ada kecanggungan.
harus diingat! kakiku bergerak perlahan,
kerna beban yang dikendong bisa sahaja membongkokkan tulang bahuku,
bisa sahaja mereputkan tulang tulang kamu.
aku biasa, manusia biasa bukan dewa,
apa yang kamu lihat bukan sayap sayap dewa,
tapi pundak pundakku yang miring dek kerna bebanan rasa,
hingga mirip sayap sayap sang para dewa,
hingga bisa membuat matamu tertipu (bukan aku yang menipu)
selami apa yang kamu rasakan,
jika masa yang jadi taruhan, aku bukan pilihan;
hidupku adalah pengorbanan,
usir aku jauh jauh,
terus kamu tidak bisa mengeluh,
apa yang kamu percaya?
cinta?!
adakah cinta yang kamu perjuangkan?!
usah bicara soal cinta
aku berdiri atas nama cinta!!
di pundakku penoh rasa cinta!
jejak kakiku juga adalah cinta!
aku butuh masa, pinjamkan aku kesabaran jika benar benar kau tegar!
terus kau akan pahami apa yang aku perjuangkan adalah satu noktah yang berkali kali,
kamu cukup berani?!
cukup berani??
kamu tahu apa yang kamu mahu,
aku yakin kamu!
tercetus satu ketakjuban yang menzahirkan perasaan cinta,
aku melontarkan khilaf yang terpancar (sayup agar kamu memahami);
lewat masa ini sering sahaja berkonfrontasi,
menilai di mana jejak jejak itu terkesan,
di mana jejak jejak itu juga mengepalai, membontoti, atau berhenti?
bagaimana akan harus kujelaskan,
kerna jejak jejak itu juga maseh tidak keruan, tidak punya haluan!!
(punya haluan cuma kurang daya kekuatan)
ah! kaget memikiri apa saja yang bakal jadi cubaan.
kamu tahu saat ini di depanku punya satu dinding transperensi?,
kamu tahu matahari dan bulan mengkehendaki aku di balik dinding itu?,
mengkehendaki agar jiwaku menerobos dinding itu tanpa ada kecanggungan.
harus diingat! kakiku bergerak perlahan,
kerna beban yang dikendong bisa sahaja membongkokkan tulang bahuku,
bisa sahaja mereputkan tulang tulang kamu.
aku biasa, manusia biasa bukan dewa,
apa yang kamu lihat bukan sayap sayap dewa,
tapi pundak pundakku yang miring dek kerna bebanan rasa,
hingga mirip sayap sayap sang para dewa,
hingga bisa membuat matamu tertipu (bukan aku yang menipu)
selami apa yang kamu rasakan,
jika masa yang jadi taruhan, aku bukan pilihan;
hidupku adalah pengorbanan,
usir aku jauh jauh,
terus kamu tidak bisa mengeluh,
apa yang kamu percaya?
cinta?!
adakah cinta yang kamu perjuangkan?!
usah bicara soal cinta
aku berdiri atas nama cinta!!
di pundakku penoh rasa cinta!
jejak kakiku juga adalah cinta!
aku butuh masa, pinjamkan aku kesabaran jika benar benar kau tegar!
terus kau akan pahami apa yang aku perjuangkan adalah satu noktah yang berkali kali,
kamu cukup berani?!
cukup berani??
kamu tahu apa yang kamu mahu,
aku yakin kamu!
Monday, April 23, 2007
ada apa dengan GEMA 2007 (epilog satu)

tanggal 18 april 2007 itu berlalu dan berlagu dengan penuh signifikasi. ada yang pulang kegembiraan, ada yang keriangan, ketaksuban, kejanggalan, kebingungan malah juga kehampaan. (tidak kurang juga kerinduan)
tanggal 18 itu penoh pertanyaan, berjayakah GEMA kali ini? gagalkah kali ini?
perih jerih menjayakan konsert akhir GEMA 2007 (pertandingan bakat suara) adakalanya memberikan kepuasan malah juga keresahan. puas kerna yang sistem bunyi pada malam itu menyenangkan (terime kaseh mokh - iseekmusic). puas kerna barisan artis pada malam itu tidak banyak karenahnya (cuma canggung bila mana nitrus mennghidangkan satu lagu enggeris pada malam bahasa melayu). butterfinggers maseh elok dan santun (emmet bernostalgia mengenangkan zaman dia menuntut di MMU, maseh sempat berangan berkonvo di dewan baru). 6ixthsense terlampau ligat di pentas hingga lutut kiri vokalisnya terluka waktu menzahirkan keriangan.
puan siti saniah (penasihat PLM) berinterpretasi bahawa GEMA kali ini adalah kejayaan besar persatuan dalam menjayakan konsert yang bingit dan riuh tapi maseh punya susun atur protokol yang dikehendaki malah bersesuaian.
kak yan (ninenetwork) selaku pengurus band pengiring dari MIDA memberi seribu satu pendapat, pengalaman, juga nasehat saat diri mulai bingung dengan karenah dan masalah yang timbul akibat dari beberapa pihak. jasa dan pengorbanan kalian sentiasa dijiwai (dari awal konsert hingga habis tidak pernah merungut menunggu dan menunggu).
encik ajoi, ad samad dan kak opie; terime kaseh kerana sudi melengkapi malam GEMA. apa sangat majlis kami jika dibandingkan dgn konsert konsert dan acara acara yang pernah kalian hadiri. terima kaseh yang terdalam.
kepada ahli majlis tertinggi GEMA dan juga para komiti, silap dan salah adalah milik kita, kekuatan dan keindahan tetap milik tuhan. kita punya kelemahan kite juga ada keistimewaan. yang bertungkus lumus dan berperit jerih, kamu mutiara dalam lautan.
bukan mudah rupanya menjayakan sesebuah konsert atau aktiviti di MMU. penuh ranjau, penuh duri, penuh konspirasi, penuh birokrasi, penuh irihati dan penuh 'yahudi'.
ramai yang menaburi janji tapi kecut lalu pergi dan memungkiri.
ramai juga yang menumpang sekaki tapi dipanggil meghilangkan diri.
ramai juga yang cuba menghulurkan jari tapi hanya tebu ditepi bibir.
ramai juga yang baring sebelom berkerja tapi macam macam yang diminta....
GEMA 2007 pada asas dan matlamatnya berjaya dan pada mata semua kepuasan dan pengalaman yang berbeza. GEMA 2007 benar benar malam kemuncak. kemuncak yang dinanti oleh semua.
jauh disudut hati ini, GEMA 2007 maseh biasa dan maseh gagal. gagal dicapai apa yang diingini.
* sayang kita semua tidak dapat bergambar bersama untuk menjadi kenangan teristimewa
* al fatihah untuk allahyarham mohd amin (semut-o-rama, geri)
Sunday, April 01, 2007
Andai ku...
"Andai ku terbuang tak diterima
Andai aku disingkirkan
Ke mana harusku bawakan
Ke mana harusku semaikan cinta ini"
Sudirman Hj. Arshad - Warisan
Andai aku disingkirkan
Ke mana harusku bawakan
Ke mana harusku semaikan cinta ini"
Sudirman Hj. Arshad - Warisan
Subscribe to:
Posts (Atom)
